Hasil Kegiatan Peningkatan Mutu
Tahun 2016

No. Judul Indikator Formula Data
1 Asesmen Pasien Pasien Stroke Ischemik dan hemorrhagic yang telah di kaji untuk mendapatkan Pelayanan Rehabilitasi. Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah mendapat pelayanan rehabilitasi dalam satu bulan (orang) ÷ Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang sama (orang) × 100%

Analisa : Trend menunjukan jumlah seluruh pasien stroke ischemic dan hemoorrhagic mendapatkan pelayanan rehabilitasi sesuai dengan PPK / CPW yang ditentukan serta selalu mengigatkan DPJP terkait untuk melakukan asesmen pasien secara berkelanjutan agar dapat dipertahankan sesuai dengan target

2 Pelayanan Laboratorium Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium Jumlah kumulatif waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium pasien yang di survey dalam satu bulan ÷ Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium yang di survey dalam bulan tersebut = ___ menit

Analisa : Trend waktu tunggu hasil laboratorium menunjukan pada bualn mei waktu tunggu lama yaitu 205 menit dari 140 menit yang ditargatkan dan pada bulan selanjutnya kembali turun sesuai dengan target oleh karena pada bulan mei terjadi pelonjakan kunjungan pasien dengan didominasi pasien panas demam berdarah dengue

3 Pelayanan radiologi dan diagnostic imaging waktu tunggu hasil pelayanan foto thorax Jumlah kumulatif waktu tunggu hasil pelayanan foto thorax pasien yang di survey dalam satu bulan ÷ Jumlah pasien yang di foto thorax yang di survey dalam bulan tersebut = ___ menit

Analisa : Trend menunjukan waktu tunggu Radiologitidak mengalami peningkatan atau waktu tunggu lama sudah sesuai dengan standar yang ditentukan, oleh karena itu perlu dipertahankan dan selalu di monev untuk bahan eavaluasi indikator berikutnya.

4 Prosedur bedah Persentase Tindakan Sectio Caesarea (SC) yang Dilakukan pada Primigravida Usia Kehamilan 37-42 Minggu dengan Bayi Posisi Normal Tunggal hidup Jumlah tindakan Sectio Caesarea (SC) yang dilakukan pada primigravida usia kehamilan 37-42 minggu dengan bayi posisi normal tunggal hidup dalam satu bulan (tindakan) ÷ Jumlah seluruh primigravida usia kehamilan 37-42 minggu dengan bayi posisi normal tunggal hidup dalam bulan yang sama (orang) × 100% = ___%

Analisa : Trend menunjukan tidak ada tindakan SC pada Primigravida Usia Kehamilan 37-42 Minggu dengan Bayi Posisi Normal Tunggal hidup dimana prosedur yang dilakukan sesuai standar yang ditentukan sehingga indikator ini perlu dipetahankan sesuai dengan target capaian yaitu angka 0+

5 Kegunaan, isi, dan pemakaian file pasien Kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam sejak setelah pasien selesai pelayanan rawat inap Jumlah Rekam Medik yang di survey dalam satu bulan diisi lengkap ÷ Jumlah Rekam Medik yang di survey dalam satu bulan × 100% = ___%

Analisa : Trend menunjukan Kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam sejak setelah pasien selesai pelayanan rawat inap terjadi pluktuaktif dimana capain terendah pada bulan agustus yaitu 12% dengan adanya rencana tindak lanjut setelah rapat koordinasi direkomendasi adanya pemahaman petugas RM tentang profil indikator untuk menilai apasaja yang menjadi pedoman penilaian tentang kelenkapan RM sehingga capain mulai meningkat sesuai standar yang ditentukan serta melaksanaka sosialisai kepada petugas kesehatan yang wajib mengisi RM dengan bukti data pada bulan nopember capaian mulai meningkat 62%.

6 Meningkatkan komunikasi yang efektif instruksi verbal via telepon di luar jam kerja yang di read back dan ditandatangani dalam 24 jam Jumlah verifikasi instruksi verbal via telepon di luar jam kerja dengan readback dari perawatkepada DPJP ditandatangani dalam waktu 24 jam ÷ Jumlah seluruh pelapora dan instruksi DPJP via telepon di luar jam kerjan yang didokumentasikan oleh perawat dalam satu bulan × 100% = ___%

Analisa : Trend menunjukan Instruksi verbal via telepon di luar jam kerja yang di read back dan ditandatangani dalam 24 jam masih mengalami pluktuaktif dengan nilai capaian kurang dari target yang ditentukan sehingga upaya yang dilakukan oleh Tim KMKP yaitu sosialisai untuk pemahaman tentang indikator ini terutama perawat dan DPJP untuk selalu melengkapai dalam penulisan TBK/ read back sesuai SPO yang ada dalam upaya peningkatan Mutu dan Keselamatan pasien dan kedepanya setiap bulan bisa sesuai dengan target yang ditentukan

7 Meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai kepatuhan pemberian label obat high alert oleh farmasi Jumlah obat yang diberi label high alert sesuai standar oleh farmasi dalam satu bulan (item) ÷ Jumlah seluruh obat high alert yang dipantau dalam bulan yang sama (item) × 100 = ___%

Analisa: Trend menunjukan adanaya pluktuasi nilai capaian yang masih belum sesuai target terhadap Kepatuhan pemberian label obat high alert oleh farmasi, sehingga Tim PMKP terus memonev indikator dan memastikan pelaksaanya sesuai dengan SPO yang ada untuk meningkatkan mutu dan safty Pasien serta diharapkan dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan

8 Memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar. Kepatuhan pelaksanaan prosedur site marking pada pasien yang akan dilakukan tindakan operasi Jumlah pasien yang dilakukan prosedur site marking dengan tepat dan benar dalam satu bulan (orang) ÷ Jumlah seluruh pasien yang akan dilakukan tindakan operasi dalam bulan yang sama (orang) × 100% = ___%

Analisa : Trend menunjukan setiap bulan nilai capain sesuai dengan target yang ditentukan tentang Kepatuhan pelaksanaan prosedur site marking pada pasien yang akan dilakukan tindakan operasi sehingga perlu dipertahankan untuk mutu dan safety patien yaitu 100%

9 Memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar. Kepatuhan pelaksanaan prosedur site marking pada pasien yang akan dilakukan tindakan operasi Jumlah pasien yang dilakukan prosedur site marking dengan tepat dan benar dalam satu bulan (orang) ÷ Jumlah seluruh pasien yang akan dilakukan tindakan operasi dalam bulan yang sama (orang) × 100% = ___%

Analisa : Trend menunjukan setiap bulan nilai capain sesuai dengan target yang ditentukan tentang Kepatuhan pelaksanaan prosedur site marking pada pasien yang akan dilakukan tindakan operasi sehingga perlu dipertahankan untuk mutu dan safety patien yaitu 100%

10 Mengurangi risiko infeksi akibat perawatan kesehatan persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah dan lima momen Jumlah komulatif kegiatan lima momen petugas yang diawali dengan melakukan kebersihan tangan metode enam langkah yang tepat dan benar dalam suatu periode survey (momen) ÷ Jumlah komulatif seluruh kegiatan lima momen petugas yang seharusnya diawali dengan melakukan kebersihan tangan metode enam langkah yang tepat dan benar dalam periode survey yang sama (momen) × 100% =___%

Analisa : Trend mununjukan setiap triwulan mengalami pluktuasi Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah dan lima momen terjadi pada triwualn ke III yaitu 89% meningkat melebihi target dan turun ditriwulan ke IV yaitu 72,36% , upaya yang dilakukan IPCN memotivasi petugas dalam melakukan cuci tangan sehingga dapat diharapkan kesadaran dan tanggung jawab disiplin petugas tentang pentingnya cuci tangan untuk mutu dan keselamatan pasien

11 Mengurangi risiki cedera pasien akibat terjatuh tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan/kematian Jumlah pasien dirawat dalam bulan tersebut dikurangi jumlah pasien yang jatuh dan berakibat kecacatan atau kematian ÷ Jumlah pasien dirawat dalam bulan tersebut × 100%=___%

Analisa : Trend menunjukan angka kejadian pasien jatuh yang mengakibatkan kecacatan /kematian tidak ada dengan nilai capaian 100% dan ini perlu di pertahankan untuk mutu dan safety patien Rumah sakit sesuai dengan standar yang ditentukan yang dilakuakn oleh semua pihak atau seluruh staf medik maupun non medik Rumah Sakit

No. Judul Indikator Formula Data
1 Manajemen resiko Insiden tertusuk jarum Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu mencatat laporan insiden tertusuk jarum yang terjadi setiap bulan

Analisa : Trend menunjukan Insiden tertusuk jarum yang terjadi di RS mengalami penurunan dari capain tertinggi pada bulan April yaitu 4 orang dan pada bulan Desember tidak ada atau 0 karena petugas IPCN selalu proaktif untuk melakukan sosialisasi terhadap penerapan cara penyuntikan yang aman dan penanganan limbah benda tajam bertujuan menurunkan anagka tertusuk jarum di RS sesuai dengan target yang ditetapkan.